Rekonstruksi sejarah manusia kini dapat dilakukan dengan menjejaki DNA ( deoxyribo nucleic acid ) dari debu, tidak harus dari sisa telulang. Temuan tersebut dimuat dalam jurnal Science, Kamis ( 27/4 ). ” Banyak goa dengan temuan peralatan dari batu, tetapi ada sisa-sisa tulang, ” ujar Matthias Meyer, ahli genetika Evolutionary Anthropology pada Max Planck Institute di Leipzig, Jerman, penulis rekan dalam laporan itu.

DNA Manusia Purba ditemukan di gua tidak harus dari sisa tulang belulang manusia purba, akan tetapi debu di lokasi penggalian bisa menjadi petunjuk pernah ada kehidupan manusia purba kurun waktu 14.00-550.000 tahun lalu.

Para peneliti menemukan sampel 65 sedimen di tujuh goa di Eropa dan Rusia diperkirakan ada kehidupan pada 14.000-550.000 tahun lalu. Penelitian dilakukan pada mitokondria DNA yang diturunkan dari garis ibu yang membawa penanda spesies.

” Pada prinsipnya, di setiap goa dengan bukti aktivitas manusia cara itu dimungkinkan, ” ujarnya pada Associated Press.

Sumber : Kilas Iptek / AP / ISW.

Iklan