Bayi paus bungkuk berkomunikasi denganb berbisik kepada induknya demi menghindari predator. Suara 40 desibel lebih rendah daripada nyanyian paus dan 70 desibel lebih rendah dibandingkan suara paus dewasa. Riset yang dipublikasikan di jurnal Functional Ecology, 25 April 2017 ini, dilakukan dengan pengkuruan pada 8 bayi dan 2 induk paus bungkuk di Exmouth, Gulf, Australia Barat, lokasi pembesaran paus saat menuju bumi bagian selatan.

Bayi Paus berbisik kepada ibunya agar tidak terdeteksi oleh predator yang mengejarnya. Ikan Paus dikenal dengan panggilan keras mereka, mengumpulkan anggota paus lainnya, saat bahaya tengah mengancamnya. Paus bungkuk betina juga memancarkan suara menggema untuk menarik paus jantan selama musim kawin.

Para periset memasang kalung penanda dan pengukur suara di tubuh paus yang lepas setelah 22 jam. Induk dan bayi paus berkomunikasi agar berdekatan. ” Panggilan pelan menghindarkan dari predator ( paus orca ), ” kata Simone Videsen, peneliti di Departemen Biosains Universitas Aarhus, Denmark, Kamis ( 27/4 ).

Sumber : Kilas Iptek / Livescience /ICH.

Iklan