Tim ilmuwan dari University of Florida Institute of Food and Agricultural Sciences menemukan RNA ( ribonuelic acid ) atau asam ribonukleat virus zika bukan pada nyamuk Aedes aegypti yang dikenal selama ini, melainkan pada nyamuk Aedes albopictus. Temuan itu didapat dari 20 nyamuk betina dan 19 nyamuk Aedes albopictus jantan dari Camasari, Brasil, yang dibesarkan dari telur sampai dewasa. ” Temuan itu jadi bukti pertama Aedes albopictus bisa terinfeksi zika, ” kata Chelsea Smartt, entomolog dari Florida Medical Entomology Laboratory, Senin ( 17/4 ).

Virus zika diketahui bisa ditularkan lewat nyamuk aedes aegepty atau nyamuk demam kuning. Tetapi, satu studi itu baru saja mendapatkan RNA Zika didalam nyamuk Asian tiger atau aedes albopictus. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Entomology itu, memaparkan biarpun nyamuk terbaru itu mempunyai RNA Zika, belum pasti bisa mentransmisi virusnya ke manusia. Meski demikian, studi ini mesti diperhatikan. Sebab, virus zika bakal menyebar dengan cepat.

Jadi nyamuk apa pun seperti Aedes albopictus di area endemis zika bisa punya RNA virus zika. Sebelum dibawa ke laboratoriom, nyamuk perlu diuji apakah membawa virus zika hidup atau tidak.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / ADH.

Iklan