Panas menjadi masalah pada perangkat elektronik komputer karena gangguan seperti mati mendadak saat temperatur terlalu tinggi. Memerangi panas agar perangkat tetap bekerja menjadi inovasi yang diupayakan. Pendekatan berbeda diambil dua peneliti dari Univerisitas Nebraska Lincoln yang mengembangkan perangkat yang bisa bekerja pada suhu 332 derajat celsius.

Dalam artikel pada Scientif Reports edisi Maret yang ditulis Sidy Ndao dan Mahmoud Elzoua, perangkat itu diperkirakan tahan terhadap kondisi lebih ekstrem, yakni 705 derajat celsius. Penemuan itu berimplikasi penting dalam industri yang butuh komputer bekerja membuat kalkulasi dan mengolah data pada temperatur tinggi.

Sidy Ndao (kanan), asisten profesor teknik mesin dan mekanik, dan mahasiswa pascasarjana Mahmoud Elzouka ( kiri ) telah menciptakan dioda termal yang memungkinkan komputer menggunakan panas sebagai sumber energi untuk memungkinkan operasi komputer mereka dalam suhu sangat tinggi.

Itu berkontribusi menemukan energi listrik yang terbuang jadi panas, membuatnya lebih efisien. Riset Ndao dan Elzouka harus dilanjutkan demi mewujudkan perangkat berfungsi komputasi.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / ELD.

Iklan