Tim peneliti dari Universitas Yale di New Heaven, Amerika Serikat, saat ini mengembangkan lapisan film supertipis untuk membungkus baterai litium-sulfur agar bisa diisi ulang berkali-kali dan membuka peluang untuk membuat sumber tenaga yang lebih menjanjikan daripada tekonologi litium-ion. Baterai bisa menghasilkan energi dua kali lipat dibandingkan litium-ion dengan bobot yang sama. Kendalanya, setelah beberapa kali pengisian dan pelepasan daya, baterai litium-sulfur menjadi tidak stabil.

Periset sedang membangun baterai Li-S solid yang harganya murah, aman, tahan lama, dan menyimpan dua bahkan empat kali lipat muatan baterai dibandingkan lithium-ion konvensional (Foto: ORNL)

Lapisan yang dikembangankan Victor Batista, profesor kimia dari Yale, dan timnya, sebagaimana disebutkan disitus scientificamerican.com, Maret lalu, itu menjaga senyawa sulfur agar tidak bocor ke elektrolit dan bisa memperpanjang usia siklus baterai.

Sumber : Kilas Iptek / Scientificamerican.com / ELD.

 

Iklan