Polusi udara di China bagian timur yang berlangsung sekitar sebulan pada 2013 dinyatakan berkaitan dengan melelehnya lapisan es di Arktik. Sebuah studi menemukan, kabut akibat polusi udara itu berlangsung lebih lama karena melelehnya es yang meningkatkan hujan salju dan mengubah pola sirkulasi angin. Akibat perubahan iklim yang menyebabkan pelelehan es di Arktik, hal serupa kemungkinan akan kembali terjadi.

Pembangkit listrik, pabrik, sisa gas bakar kendaraan, dan pembakaran arang dan kayu, semuanya melepaskan partikel kecil ke udara di China yang membahayakan kesehatan. Muncul kabut polusi udara dampak pemanasan global dengan melelehnya es di Arktik.

Hal itu mengancam posisi Beijing, China, yang ditunjuk sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin Tahun 2022. ” Pada musim dingin di wilayah seperti Beijing, angin dari barat laut bertiup seperti setan, ” kata Yuhang Wang, peneliti di Georgia Tech University, seperti dikutip BBC, Rabu ( 15/3 ).

Kabut akibat polusi saat itu bertahan nyaris selama sebulan. Kualitas udara pada sekitar 70 persen dari 74 kota besar di China melampaui standar mutu yang seharusnya sehingga berisiko tinggi terhadap kesehatan.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / ISW.

Iklan