Campuran alkohol dan minuman energi meningkatkan risiko dibanding mengonsumsi alkohol saja. Tingginya kafein pada minuman energi membuat orang yang mengonsumsi campuran itu mabuk, tetapi tetap terjaga. ” Konsumsi minuman campuran alkohol dan minuman energi membuat mereka mengabaikan kondisi mabuk sehingga mengonsumsi alkohol lebih banyak dan bahayanya meningkat, ” kata Audra Roemer, mahasiswa doktoral psikologi klinis di Universitas Victoria Kanada, Selasa ( 21/3 ).

Peneliti Audra Roemer, seorang mahasiswa psikologi tingkat doktoral di University of Victoria, memperingatkan siswa tentang bahaya mencampur minuman energi dengan alkohol. Mengingat selama ini, banyak siswa telah kecanduan dengan minuman oplosan hingga mabuk berat.

Tingginya kafein meningkatkan kecemasan, panik, dan tekanan darah. Kondisi itu juga memicu gangguan tidur dan meningkatkan denyut jantung. Tinjauan 13 studi yang dipublikasikan 1981-2016 menunjukkan, konsumsi minuman campuran itu meningkatkan risiko jatuh, agresif, dan kecelakaan.

Campuran minuman energi itu di Indonesia dikenal sebagai oplosan yang dicampur serampangan. Di sejumlah negara, pencampuran dilakukan di bar, pub, ataupun rumah. Studi ini butuh pembuktian lebih lanjut.

Sumber :Kilas Iptek /BBC / MZW.IN

Iklan