Tim peneliti dari Perelman School of Medicine, University of Pennsylvania, Amerika Serikat, menemukan formula baru vaksin zika dengan dosis tunggal berpotensi melindungi dari serangan virus yang memicu bayi lahir dengan mikrosefalus. Temuan yang dipublikasikan di jurnal Nature, Kamis, 2 Februari 2017, itu telah diujicobakan pada tikus dan monyet dengan hasil memuaskan.

Para peneliti di University of Pennsylvania melaporkan keberhasilan awal dengan vaksin zika, salah satu vaksin yang bisa melindungi orang-orang dengan dosis tunggal. (WPVI)

” Kami telah mengobservasi kecepatan dan durasi kekebalan tanpa efek samping sehingga kami optimistis kandidat vaksin ini memberi harapan bagi strategi global untuk melawan virus zika, ” kata Drew Weissman, anggota tim peneliti.  Tim itu berencana mulai menguji secara klinis kandidat vaksin itu dalam 12-48 bulan mendatang. Sejak virus zika mewabah di Amerika Latin, Amerika Serikat, dan Asia, para ilmuwan dunia berlomba-lomba mencari vaksin paling efektif.

Sumber : Kilas Iptek / AIK.

Iklan