Tim ilmuwan Sekolah Kedokteran Hewan Universitas Pertanian dan Kehutanan Barat Laut, Shaanxi, Tiongkok, baru-baru ini berhasil mengembangkan sapi kloning yang tahan terhadap penyakit tuberkulosis. Tuberkulosis pada sapi adalah penyakit kompleks yang terajadi di banyak negara Asia-Afrika, juga Inggris. Dalam riset, Yuanpeng Go dan kawan-kawannya membuat 20 anak sapi kloning, tetapi hanya 11 anak sapi yang hidup setelah berumur tiga bulan.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan,  Cina berupaya mengkloning sapi yang dilakukan ilmuan di Cina dengan membangun  pabrik kloning hewan terbesar di dunia. Mereka memuji upaya ini sebagai kontribusi ‘sangat penting yang bisa membantu menyelamatkan spesies sapi terancam punah karena tuberkulosis.

Sapi kloning itu direkayasa genetikanya sehingga mampu memerangi infeksi tuberkulosis. Hasilnya sapi transgenik ( gen sapi disisipi gen binatang lain ) yang makin tahan terhadap serangan Mycobacterium bovis yang memicu tuberkulosis pada binatang. Namun, studi yang dipublikasikan di jurnal Genome Biology itu banyak diragukan ilmuwan Inggris.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / Genomebiology / MZW.

Iklan