Tim ilmuwan dari Korea Selatan yang dipimpin Hyunjae Lee dari Universitas Nasional Seoul dan Institut Ilmu Dasar Seoul sedang mengembangkan teknologi pengukur kadar gula darah melalui keringat, bukan menggunakan sampel darah seperti selama ini dilakukan. Sistem ini, seperti dikutip BBC, Kamis ( 9/3 ), akan membebaskan penderita diabetes dari rasa sakit dan stres akibat penggunaan jarum saat pengambilan sampel darah. Pengukuran kadar gula pada keringat itu menggunakan sistem sensor yang dihubungkan pada sebuah komputer.

Peneliti Korea kembangkan tes  gula darah pakai keringat dengan menggunakan sensor terhubung dengan komputer atau telepon pintar untuk mengetahui berapa kadar gula yang telah diukur.

Sensor itu sangat fleksibel hingga pengambilan sampel keringat sebanyak 1 mikroliter bisa diambil dari bagian tubuh mana pun. Tantangannya, kadar gula dalam keringat lebih kecil dibandingkan darah.

Selain itu, zat kimia dalam keringat seperti asam laktat bisa mengaburkan hasil. Hasil uji yang dipublikasikan di jurnal Science Advances menyebut pengukuran kadar gula sebelum dan sesudah makan menggunakan sensor itu sama hasilnya dengan alat konvensional.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / Advances Sciencemag.org / MZW.

Iklan