Minuman keras vodka terkenal memiliki kadar alkohol yang tinggi, mencapai 40 persen. Namun, di Kanada, sebanyak 654 botol vodka dengan merek XYZ terpaksa ditarik dari rak-rak toko di Provinsi Ontario. Tim pemeriksa mendapati kandungan alkohol di dalam 654 botol minuman tersebut mencapai 81 persen, atau dua kali lipat dari nilai kandungan alkohol yang tercantum di label botol, yakni 40 persen.

Vodka dengan kandungan alkohol tinggi ditarik dari pasaran di Ontario Kanada. Studi, yang dipublikasikan jurnal kesehatan The Lancet, menyebutkan 25% pria peminum vodka meninggal sebelum usia 55 tahun, dan sebagian besar kematian berkaitan dengan konsumsi alkohol. Penyebab kematian termasuk penyakit liver dan keracunan alkohol. Banyak juga yang tewas akibat kecelakaan atau berkelahi.

Dewan Pengendali Minuman Keras Ontario ( LCBO ) memperingatkan bahwa vodka tersebut tidak aman untuk dikonsumsi. ” Mengonsumsi produk dengan kandungan alkohol mencapai 80 persen dapat menyebabkan sakit serius, ” ungkap lembaga itu.

Mereka juga meminta konsumen untuk mengembalikan produk itu jika meragukan kandungan alkohol di dalamnya. Miturut LCBO, vodka dengan kandungan alkohol hingga 81 persen terjadi karena produk itu dihasilkan saat pengenceran minuman belum sempurna.

AFP / ATO.

Iklan