Perubahan iklim memicu suhu udara ekstrem panas atau dingin di sejumlah tempat di Bumi. Ibu hamil mengalami suhu ekstrem itu berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah ( kurang dari 2,5 kilogram ) meski usia kehamilannya normal, yaitu 37 minggu atau lebih (9,5 bulan ). Simpulan itu diperoleh dari studi di Amerika Serikat yang menganalisis 220.000 bayi lahir di 19 rumah sakit AS pada 2002-2008.

Cuaca sangat panas atau dingin dapat mempengaruhi berat badan bayi saat lahir. Sebuah studi baru menunjukkan, para peneliti menemukan bahwa wanita yang mengalami cuaca sangat panas atau dingin selama kehamilan dapat mengalami risiko untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah, sekalipun lahir normal  tidak lahir prematur. Foxnews.com.

” Ibu hamil pelu menghindari suhu ekstrem terlalu lama, ” kata pimpinan studi Pauile Mendola, ahli epidemiologi dari Institut Kesehatan Ana dan Pembangunan Manusia Nasional Eunice Kennedy Shriver AS seperti dikutip Livescience, Selasa ( 28/2 ). Salah satu dugaan, suhu ekstrem mengurangi aliran udara ke rahim dan memengaruhi pertumbuhan janin.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience / MZW.

Iklan