Kebiasaan bolos kerja rupanya bukan dominasi pegawai negeri si[ol di Indonesia saja. Puluhan dokter dan perawat di 94 rumah sakit di Napoli, Italia, saat ini dalam penyelidikan polisi terkait dugaan bolos kerja massal yang mereka lakukan. Polisi Italia, Jumat pekan lalu, menjelaskan, seorang penyelia di Rumah Sakit Loreto Mare tertangkap tangan bekerja sebagai koki di sebuah hotel, sementara seorang dokter yang seharusnya piket juga malah asyik main tenis dan pergi berbelanja.

Dua pegawai rumah sakit juga ketahuan melakukan presentasi bagi 20 rekan-rekannya sehingga seolah-olah mereka berada di tempat kerja. Polisi menjelaskan, sebanyak 55 pegawai rumah sakit, termasuk dokter dan perawat saat ini dikenai tahanan rumah, Sementara belum ada komentar dari pihak rumah sakit terkait dengan isu ini.

Suasana kerja di Rumah Sakit Loreto Mare, Napoli, Italia. Dokter dan perawat sedang berdiskusi dengan Manajeman Rumah Sakit terkait persoalan yang bakal mereka hadapi, yaitu dirumahkan setelah itu sangsi terkena PHK. Semu ini karena tidak disiplin dalam melayani pasien di jam kerja, malah menggunakan waktunya untuk main tenis dan pergi berbelanja.

Dokter dan perawat rumah sakit seharusnya bekerja di rumah sakit melayani pasien yang membutuhkan pertolongan karena sakit. Bukan malah main tenis dan jadi koki restoran saat jam kerja rumah sakit berlangsung. Kondisi kerja yang tak lazim ini, membuat pemerintah Italia mengesahkan undang-undang untuk mengambil tindakan tegas bagi pegawai mangkir kerja, yaitu dikenai tahanan rumah dengan kemungkinan terkena PHK.  Ilustrasi : Didie SW.

Guna mencegah kondisi kerja yang kacau balau seperti ini yang menyebabkan inefisiensi pelayanan publik, pemerintah Italia baru-baru ini mengesahkan undang-undang yang memungkinkan otoritas bisa langsung mengambil tindakan kepada pegawai publik yang mangkir kerja.

Setelah dikenai tahanan rumah, para pegawai tukang bolos itu akan diselidiki lebih lanjut dengan kemungkinan terkena PHK. Para manajer dan penyelia yang juga dianggap lalai melaksanakan tugasnya juga punya risiko dipecat oleh pemerintah.

Reuters / JOY.

Iklan