Bahkan, sebuah mainan anak pun diyakini mampu menjadi wahana spionase. Demikianlah keyakinan Pemerintah Jerman sehingga memutuskan untuk melarang boneka Cayla yang mampu berbicara layaknya manusia. Otoritas Jerman, pekan lalu, memutuskan melarang peredaran boneka Cayla karena khawatir perangkat lunak di dalam boneka tersebut bisa diretas sehingga memungkinkan aksi pencurian data personal.

Otoritas Jaringan Federal Jerman kemudian meminta para orangtua yang sudah terlanjur membelikan anak-anaknya boneka Cayla untuk menghancurkan mainan lucu tersebut. ” Boneka Cayla dinyatakan terlarang di Jerman, ” ujar Jochen Homann, kepala otoritas tersebut. ” Ini tentang melindungi masyarakat, ” kata Homann.

Boneka Cayla yang pandai berbicara layaknya manusia, akhirnya dilarang diperjual belikan di Jerman demi melindungi masyarakat dari pencurian data pribadi. Keputusan Pemerintah Jerman kepada orangtua yang telah membelikan boneka Cayla, agar segera menghancurkan boneka Cayla dan tidak lagi digunakan sebagai mainan anak-anak.

Perangkat lunak Cayla dibuat oleh perusahaan Amerika Serikat, Genesis Toys yang belum memberikan komentarnya soal pelarangan ini. Analis Stefan Hessel menjelaskan, peretas bisa memanfaatkan fasilitas bluetooth yang tidak terlindungi pada mainan tersebut.

Reuters / JOY.

Iklan