Pada 10 Februari lalu, sebuah gereja di London timur, Inggris dipenuhi peserta misa yang semuanya berpakaian badut, baik laki-laki maupun perempuan. Wajah mereka dihias dan sebagaimana lazimnya, hidung mereka juga dipasangi bulatan besar berwarna merah muda hingga merah tua. Misa yang unik ini diadakan oleh para badut zaman sekarang sebagai bentuk penghormatan terhadap Joseph Grimaldi ( 1778-1837 ) yang dikenal sebagai Bapak Badut.

Berdoa harus serius dan penuh konsentrasi. Namun, kejadian unik dan lucu terjadi  di gereja Grimaldi, London timur, Minggu. Peserta berdoa semuanya berpakaian badut saat melakukan misa di gereja itu. Foto : Daniel Leal-Olivas, AFP

Hadirin semuanya berpakaian badut. Selesai misa lalu berdoa bersama. Sebelum meninggalkan gereja, sontak terdengar tertawa bersama sebagai ungkapan syukur Kepada Tuhan, bahwa hari itu mereka masih diizinkan bisa tertawa. Foto : AFP/ AP.

” Tuhan, terima kasih karena Engkau telah memanggilku untuk membagikan hadiah-Mu yang berharga, yakni tertawa, ” demikian bunyi doa yang terdengar di gereja tersebut. Selama 70 tahun, tradisi berdoa di London timur itu dilakukan para badut. Badut MC Mattle, sebagaimana ditulis oleh cnn,com, mengakhiri misa dengan menganggukkan kepala kepada para badut lain sebagai bentuk penghormatan kepada mereka.

” Para badut adalah katalisator untuk tertawa, ” ujar perempuan tersebut. ” Seperti dikatakan oleh Charlie Chaplin, sehari tanpa tawa sama dengan membuang satu hari sia-sia. ”

ATO.

Iklan