Seorang perempuan di China benar-benar bernasib naas. Sebagaimana dilaprokan media lokal yang dikutip globaltimes.cn, Rabu ( 15/2 ), perempuan bernama Qian ini bergabung dengan sebuah grup pada aplikasi WeChat. Grup ini dipikirnya merupakan grup teman-teman di kantornya, yakni sebuah perusahaan di Wuxi, Provinsi Jiangsu.

Qia yang bekerja sebagai akuntan bergabung dengan tersebut pada Juni silam dan senantiasa berpikiran bahwa dirinya memang berbincang-bincang via WeChat dengan teman-teman kantornya. Lalu, ada suatu waktu, salah seorang anggota grup yang bernama Li menghubungi Qian. Melalui proses yang agak berbelit-belit, Li berhasil meyakinkan Qian untuk melakukan transfer uang senilai 1,36 yuan atau Rp 2,6 miliar.

Ilustrasi : Aplikasi WeChat pada telepon pintar dimanfaat Li untuk menipu Qian agar mau mentransfer uang. Karena itu, berhati-hatilah dalam menggunakan telepon pintar agar tak diperdaya orang yang kurang bertanggung jawab.

Qi percaya bahwa transfer ini benar-benar dikehendaki oleh kantornya. Penyesalan selalu datang terlambat, demikian bunyi sebuah ungkapan tua. Qian akhirnya menyesal telah mengikuti kemauan orang bernama Li di WeChat karena saat berbicara dengan Li sungguhan di kantornya, ia baru tahu tidak ada permintaan untuk melakukan transfer uang.

Untung saja kasus tersebut berhasil diurai oleh polisi. Saat ini, dua terdakwa penipuan menjalani persidangan. Mereka harus bertanggung jawab atas aksi tak terpuji yang menyebabkan Qian tertipu.

ATO.

Iklan