Jumlah bayi lahir prematur ekstrem yang bertahan hidup tanpa masalah neurologis bertambah. Studi Duke Health Amerika Serikat yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine itu dilakukan pada 4.274 bayi prematur ekstrem atau lahir di umur kehamilan 22-24 minggu, bayi normal lahir di usia 37-40 minggu. Mereka yang bertahan hidup naik dari30 persen pada2000-2003 menjadi 36 persen pada 2008-2011.

Pada periode sama, mereka yang bertahan hidup tanpa gangguan neurologis naik menjadi 16 persen jadi 20 persen. Miturut Mitchael Cotton, salah seorang peneliti, itu dipicu perbaikan perawatan intensif bayi yang baru lahir.

Setiap ibu di dunia pasti ingin melahirkan bayinya dalam keadaan yang sehat dan waktu yang tepat. Namun terkadang karena berbagai faktor tertentu para bayi ini harus terlahir lebih cepat dari waktu yang normal yakni sembilan bulan.
Bayi yang lahir sebelum usia kandungan sembilan bulan sering disebut dengan bayi prematur. Mereka harus berjuang lebih dari bayi normal lainnya untuk bertahan hidup. Mereka harus dirawat lebih ekstra dan selalu menjaga kehangatan suhu ruangan.

” Fokus pencegahan infeksi dan pemberian air susu ibu membuat hasil bayi bertahan hidup lebih baik dibanding 15 tahun lalu, ” ujarnya, Rabu ( 15/2 ). Pemakaian steroid pada ibu yang berisiko melahirkan prematur membantu perkembangan janin sehingga bertahan hidup dan mengatasi gangguan perkembangan janin.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.

Iklan