Kebun binatang Australia, Selasa lalu, meminta masyarakat mengangkap laba-laba corong untuk membantu pihak produsen penawar bisa membuat penawar racun yang mulai habis akibat maraknya sengatan laba-laba di Australia. The Australian Reptile Park, satu-satunya produsen penawar bisa laba-laba sejak 1981, kini menggantungkan produksinya pada sumbangan masyarakat untuk memproduksi penangkal racun laba-laba. Program penangkal racun laba-laba kini dalam kondisi kritis akibat minimnya donasi laba-laba pada tahun lalu.

Ini merupakan gambar dari Laba-Laba Corong Sydney atau Sydney Funnel-Web yang merupakan jenis termasuk paling mematikan dan berbahaya di dunia karena sangat agresif dan mampu menggigit berulang kali. Jika tidak ditangani secara cepat, anak kecil yang terkena gigitannya bisa meninggal dunia dalam tempo 15 menit.

Laba-Laba Corong Sydney atau Sydney Funnel-Web merupakan jenis laba-laba berbisa karena paling mematikan dan berbahaya di dunia. Sangat agresif dan mampu menggigit berulang kali. Jika tidak ditangani secara cepat, anak kecil atau orang dewaa yang terkena gigitannya, bisa meninggal dunia dalam tempo 15 menit.

” Musim gelombang panas yang terjadi belakangan telah meningkatkan kasus sengatan laba-laba, ” ujar Tim Faulkner, Manajer Australian Reptile Park. ” Kami kini sangat bergantung kepada masyarakat agar program ini bisa terus berlangsung, ” ujar Faulkner.

Laba-laba corong hidup di bagian selatan Australia, tetapi jenis yang paling mematikan hidup di sekitar Sydney.

Reuters / JOY.

Iklan