Bagi sebagian orang, musim salju justru saatnya berenang, bahkan berkompetisi. Sebanyak 30 perenang di Prien, Jerman, hari Minggu lalu, dengan semangat berkompetisi renang di Danau Chiemsee yang airnya mendekati titik beku untuk merebut gelar Raja Es. Dengan rintik salju dan suhu air sekitar 4 derajat celsius, lelaki dan perempuan berkompetisi renang dalam beberapa disiplin, seperti gaya dada dan gaya bebas sejauh 50 meter.

Bettina Bonauer, seorang perenang es yang berpartisipasi untuk memperebutkan gelar "Ice King of Chiemsee" di Jerman. (ANTARA News/ Reuters)

Bettina Bonauer, seorang perenang wanita ikut berpartisipasi untuk memperebutkan gelar “Ice King of Chiemsee” di Jerman. Musim dingin di danau beku Chiemsee menjadi uji nyali kekuatan tubuh dalam melawan hawa dingin bagi peserta lomba, demi kesehatan dan kebugaran tubuh perenang. (ANTARA News/ Reuters)

Dua peserta menggigil kedinginan saat melintas di Danau es beku Chiemsee, Prien, Jerman.

Dua peserta menggigil kedinginan saat melintas di Danau es beku Chiemsee, Prien, Jerman. Mereka tetap semangat menyelesaikan lomba melintasi danau es beku demi meraih gelar Raja Es.

Mirko Roever, salah satu kompetitor kepada Reuters TV mengatakan, dirinya sangat menikmati tantangan berenang di air yang nyaris beku itu. ” Bererang di air es adalah sesuatu di mana Anda akan bertanya kepada diri sendiri, untuk apa melakukan semua ini? ” ujar Roever. ” Tak lain untuk kesehatan dan stamina, ” ujarnya.

Hal terpenting, lanjut Roever, adalah kekuatan hasrat. Berenang di air es merupakan hal yang lumrah di negara-negara Skandinavia dan Baltik. Selepas berenang mereka mandi sauna untuk menghangatkan badan.

UPI / JOY.

Iklan