Menjejalkan semua latian fisik yang dianjurkan jadi 1-2 sesi di akhir pekan bermanfaat bagi kesehatan. Hidup aktif tanpa mengatur aktivitas moderat 150 menit sepekan juga menekan risiko kematian dini. Temuan dipublikasikan di JAMA Internal Medicine itu berdasarkan survei pada 64.000 orang dewasa usia lebih dari 40 tahun di Inggris dan Skotlandia.

Aktivitas fisik memainkan peranan penting dalam kesehatan kardiovaskular. Penelitian memperkirakan, setiap penambahan dua jam duduk dapat meningkatkan risiko kejadian penyakit kardiovaskular hingga 5%. Setiap peningkatan aktivitas akan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kurang bergerak juga menjadi penyebab kematian, setelah tekanan darah yang tinggi, merokok, dan gula darah tinggi. menjalani gaya hidup yang aktif dan tidak merokok. Mengurangi stres juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

Aktivitas fisik memainkan peranan penting dalam kesehatan kardiovaskular. Penelitian memperkirakan, setiap penambahan dua jam duduk dapat meningkatkan risiko kejadian penyakit kardiovaskular hingga 5%. Setiap peningkatan aktivitas akan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kurang bergerak juga menjadi penyebab kematian, setelah tekanan darah yang tinggi, merokok, dan gula darah tinggi. menjalani gaya hidup yang aktif dan tidak merokok. Mengurangi stres juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat.

Tim periset dari Loughborough University dan The University of Sydney mengnalisis data responden berlatih dan kesehatan mereka lebih dari 18 tahun. Hasilnya, seberapa kerap dan lama berolahraga tiap pekan, manfaat kesehatan hampir sama. Dibanding mereka yang tak aktif, mereka yang berolahraga 1-2 hari sepekan berisiko lebih rendah 41 persen terkena penyakit kardiovaskular dan 18 persen kena kanker.

” Gunakan cara Anda agar sehat, ” kata Dr Gary O’Donovan, ahli kesehatan dan aktivitas fisik dari Loughborough University, Selasa ( 10/1 ).

Sumber : Kilas Iptek / BBC / EVY.

Iklan