Jangan pernah meremehkan hewan seperti penguin. Meski gerakan jalannya tampak aneh, ternyata itu adalah cara alami hewan tersebut untuk tidak jatuh terpeleset saat berjalan di atas lapisan es. Hal itu terungkap saat seorang dokter bedah trauma di Jerman, Rabu pekan lalu, menyarankan kepada publik untuk berjalan layaknya penguin guna menghindari terpeleset di atas lapisan es.

Anjuran yang dilansir dokter yang berpraktik di Berlin itu merespons prakiraan cuaca di Jerman yang beku dalam pekan-pekan ini. Dalam tips yang dimuat pada laman German Society of Orthopaedics and Trauma Surgery dikatakan, berjalan seperti burung akuatik dengan menggerakkan pinggul ke depan membuat pusat gravitasi berada di kaki depan. Dalam tips yang dilengkapi dengan gambar tersebut juga dijelaskan, asal manusia berjalan secara normal, berat badan terbagi nyaris rata antara kaki depan dan kaki belakang, yang dalam pandangan dokter bedah trauma itu membuat risiko salah satu kaki kehilangan keseimbangan dan mengakibatkan jatuh di lapisan yang sangat licin.

Hewan yang menggemaskan ini memang punya cara berjalan yang lucu. Tetapi sebuah alasan ilmiah mengatakan, cara berjalan penguin dapat menghindari mereka dari kecelakaan kecil. Perkumpulan ortopedi dan trauma di Jerman, meminta masyarakat untuk meniru cara berjalan penguin. "Teknik berjalan penguin merupakan metode sederhana untuk berjalan di permukaan yang bekum" ujar ahli bedah, Reinhard Hoffmann. Langkah-langkah kecil penguin dengan gerakan menyeret secara bergantian mampu menjaga keseimbangan mereka saat berjalan di atas es.

Hewan yang menggemaskan ini memang punya cara berjalan yang lucu. Tetapi sebuah alasan ilmiah mengatakan, cara berjalan penguin dapat menghindari mereka dari kecelakaan kecil. Perkumpulan ortopedi dan trauma di Jerman, meminta masyarakat untuk meniru cara berjalan penguin.” Teknik berjalan penguin merupakan metode sederhana untuk berjalan di permukaan yang bekum ” ujar ahli bedah, Reinhard Hoffmann. Langkah-langkah kecil penguin dengan gerakan menyeret secara bergantian mampu menjaga keseimbangan mereka saat berjalan di atas es. ( okezone com )

Pada Januari 2014, pengelola kota Berlin mendapat hujan kritik karena dinilai gagal melindungi warganya dari jatuh terpeleset di berbagai lintasan pedestrian di ibu kota Jerman tersebut. Kota praja Berlin sebenarnya telah berusaha untuk mengurangi risiko licinnya lapisan es dengan menaburkan bubuk garam, tetapi upaya itu belum cukup untuk melindungi warga Berlin dari terpeleset. Akibatnya, saat itu, berbagai rumah sakit menerima lebih dari 750 panggilan darurat dan kamar-kamar rawat gawat darurat penuh sesak oleh pasien yang menderita patah tulang akibat terpeleset di jalur pedestrian.

Akhir ekan lalu, temperatur di seluruh pelosok Jerman memang melorot drastis. Di Berlin sendiri suhunya turun mencapai 14 derajat.

Reuters / JOY.

Iklan