Kekhawatiran terbesar saat menyelam adalah sakit gigi. Survei kecil pada 100 penyelam dengan tujuan rekreasi, 41 persen responden melaporkan sakit gigi. Sebagian responden melaporkan, mahkota gigi tiruannya longgar atau tambalan giginya retak.” Mereka yang ingin menyelam harus memastikan giginya baik, ” kata pemimpin penelitian, Vinisha Ranna, mahasiswa Sekolah Kedokteran Gigi Universitas Buffalo, Amerika Serikat, seperti dikutip Live Science, Rabu ( 4/1 ).

Di bawah air, kondisi gigi tak sehat makin mudah dirasakan. Gangguan lebih mudah dialami orang dengan gigi berongga atau tambalan yang tidak baik. Titik terdalam penyelaman mereka yang punya gigi retak adalah 80 meter.

Vinisha Ranna.

Vinisha Ranna.

 Pertama kali ia mencoba scuba diving, Vinisha Ranna merasakan sensasi meremas di giginya.

Pertama kali ia mencoba menyelam, Vinisha Ranna merasakan sensasi meremas di giginya. Rasa nyeri yang dia rasakan lalu diteliti, bahwa penyelam dengan kondisi gigi retak di dalam air, akan merasakan rasa tak enak pada gigi dan gusinya.

Vinnisa dan instruktur selam

Vinisha Ranna dan instruktur selam.

Namun, ancaman terbesar gangguan itu justru dialami instruktur selam karena lebih banyak melakukan selam dangkal. Di titik selam dangkal itulah perubahan tekanan terjadi mendesak.

Sumber : Kilas Iptek / Live Science / MZW.

Iklan