Para peneliti di Edinburgh University menemukan fakta, burung bermigrasi lebih awal seiring kenaikan suhu global. Studi itu dilakukan dengan menganalisa data ratusan spesies burung yang bermigrasi di lima benua dalam 300 tahun terakhir. Hasil studi dipublikasikan di Journal of Animal Ecology itu menunjukkan, burung akan tiba di daerah tujuan migrasi sehari lebih awal di tiap kenaikan suhu 1 derajat celsius.

 Foto: Gerry Penny / EPA Dalam kamus Dictionary of Birds disebutkan bahwa migrasi merupakan pergerakan populasi burung yang terjadi pada waktu tertentu setiap tahun, dari tempat berbiak menuju tempat mencari makan selama iklim di tempat berbiaknya itu tidak memungkinkan. Di tempat baru tersebut, burung-burung ini tidak akan berbiak, dan baru berbiak jika sudah kembali ke tempat asal pada musim berbiak berikutnya (Campbell, 1985).

Dalam kamus Dictionary of Birds disebutkan bahwa migrasi merupakan pergerakan populasi burung yang terjadi pada waktu tertentu setiap tahun, dari tempat berbiak menuju tempat mencari makan selama iklim di tempat berbiaknya itu tidak memungkinkan. Di tempat baru tersebut, burung-burung ini tidak akan berbiak, dan baru berbiak jika sudah kembali ke tempat asal pada musim berbiak berikutnya (Campbell, 1985). Foto : Gerry Penny / EPA.

Takuji Usui dari Edinburgh University’s School of Biological Science, Kamis ( 29/12 ), mengatakan, satwa mengubah waktu berkembang biak menyeusaiakan jadwal migrasi pada awal musim semi. Temuan itu diharapkan membantu ilmuwan memahami perbedaan berbagai spesies merespons pemanasan global.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / ADH.

Iklan