Para pakar berpendapat, anemia akibat kekurangan zat besi berhubungan dengan kehilangan fungsi pendengaran. Hasil studi pakar di Amerika Serikat yang dipublikasikan di jurnal JAMA Otolaryngology-Head and Neck Surgery, 29 Desember 2016, menyatakan, seseorang dengan anemia karena kekurangan zat besi 2,4 kali lebih berpeluang kehilangan pendengaran karena dua penyebab ( kombinasi ), yakni karena kerusakan bagian dalam telinga dan gangguan konduktif ( suara tak bisa merambat sempurna ke dalam telinga ). Selain itu, penderita anemia karena kekurangan zat besi 1.8 kali lebih berpeluang kehilangan fungsi pendengaran akibat kerusakan saraf pendengaran dari telinga hingga otak.

Anemia karena kekurangan zat besi berpeluang seseorang kehilangan pendengaran. Credit: 9nong | Shutterstock.com

Anemia karena kekurangan zat besi berpeluang seseorang kehilangan pendengaran. Credit: 9nong | Shutterstock.com

Studi itu dilakukan dengan menganalisis lebih dari 300.000 data medis pasien berusia 21-90 tahun di Hershey, Pennsylvania. Kathleen Schieffer, peneliti dari Pennsylvania State University College of Medicine, Jumat ( 30/12 ), berhipotesis, anemia bisa menyebabkan pembuluh darah kecil di telinga rusak. Hasil itu kemudian memicu hilangnya fungsi pendengaran.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience / ADH.

Iklan