Para peneliti di University of Exeter Medicala School dan University of Zaragora Spanyol menemukan bukti bagaimana relasi triliunan mikrobiota di usus manusia dengan aktivitas tubuh manusia. Dengan mempelajari protein TLR2, mereka menemukan mikrobiota di usus ikut mengatur kadar serotonin, yakni neurotransmiter yang mengatur aktivitas usus dan membawa pesan pada otak. Temuan itu dipbulikasikan di jurnal PLOS ONE.

Prof Jose Mesonero.

Prof Jose Mesonero.

Peneliti utama dari University of Zaragova, Prof Joe E Mesonero, Kamis ( 29/12 ), mengatakan, riset itu membuka pandangan ktia tentang alam yang kompleks di organ tubuh kita, yakni mikrobiota di usus. Riset pada hewan uji dan skala laboratoriom menunjukkan, protein TLR2 tak hanya bisa mendeteksi adanya mikrobiota, tapi juga mengatur mekanisme, penyakit, saraf dan radang.” Hasil riset ini meningkatkan pemahaman kita atas relasi usus dan otak lewat mikrobiota, ” ujarnya.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / ADH.

Iklan