Terlalu sering membuka laman media sosial, seperti Facebook, saat liburan Natal serta melihat foto keluarga dan liburan orang lain yang tampak sempurna membuat kita sengsara. Menurut hasil riset pakar di University of Copenhagen, Denmark, yang dipublikasikan di jurnal Cyberpsychology, Behaviour, and Social Networking pada lebih dari 1.000 partisipan, mayoritas perempuan, menunjukkan, melihat akun media sosial orang lain berlebihan memengaruhi emosi dan kepuasan diri.

Depresi akibat sosial media muncul karena kita terlalu membandingkan hidup kita dengan orang-orang yang kita lihat saat online. Situs media sosial bisa sangat menyesatkan karena kita hanya melihat ‘hal-hal bagus’ dari satu sisi apa yang dibagikan oleh seseorang. Pikirkan tentang hal ini, Anda pasti akan memilih mengupdate hal-hal bagus di media sosial, dan menyimpan hal-hal yang buruk supaya tidak diketahui orang. Hal yang sama juga berlaku pada sebagian besar orang lain. Mereka lebih memilih mengupdate informasi yang mereka anggap bagus saja, dan menyembunyikan apa yang menurut mereka jelek.

 Situs media sosial bisa dibuka siapa saja yang telah mempunyai akun media sosial dimaksud. Namun, jujur saja,  Anda pasti akan memilih mengupdate hal-hal bagus di media sosial, dan menyimpan hal-hal yang buruk supaya tidak diketahui orang. Hal yang sama juga berlaku pada sebagian besar orang lain. Mereka lebih memilih mengupdate informasi yang mereka anggap bagus saja, dan menyembunyikan apa yang menurut mereka jelek. 

Depresi sosial media belum diterima secara profesional sebagai istilah untuk gangguan mental. Tetapi, depresi media sosial adalah hal yang sangat nyata mempengaruhi remaja bahkan orang dewasa saat ini.

Depresi sosial media belum diterima secara profesional sebagai istilah untuk gangguan mental. Tetapi, depresi media sosial adalah hal yang sangat nyata mempengaruhi remaja bahkan orang dewasa saat ini.

Iri dan gangguan suasana hati jadi bentuk perbandingan diri tak realistis. Seperti dikutip BBC, Kamis ( 22/12 ), para periset menyarankan aktif memakai media sosial misalnya berkomunikasi dengan teman.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / ADH.

Iklan