Keyakinan politi seseorang kian kuat saat ditunjukkan bukti menentang keyakinannya. Studi ahli neorosains Institut Otak dan Kreativitas Universitas California Selatan, Amerika Serikat, tentang respons seseorang terhadap berita politik, palsu ataupun terpercaya, menunjukkan itu. ” Sama sepoerti keyakinan agama, keyakinan politik menunjukkan siapa Anda dan lingkaran sosial Anda, ” kata Ketua Tim Studi Jonas Kaplan, Jumat ( 23/12 ). Seseorang hanya bisa mengembangkan pandangan alternatif politik dari diri sendiri.

Reed Saxon / AP Dr. Marco Iacoboni (kanan) dan asisten riset Jonas Kaplan melihat scan MRI dari otak relawan dalam penelitian mereka tentang bagaimana pemilih berpikir.

Dr. Marco Iacoboni (kanan) dan asisten riset Jonas Kaplan melihat scan MRI dari otak relawan dalam penelitian mereka tentang bagaimana pemilih berpikir. Foto by : Reed Saxon / AP.

Studi melihat aktivitas otak magnetic resonance imaging ( MRI ) fungsional menunjukkan, keyakinan orang lebih fleksibel menyangkut isu nonpoliti. Terkait isu politik, mereka kaku atau melawan tentangan keyakinannya dan punya aktivitas otak berpusat di amigdala ( area pusat otak ) dan korteks insular.

Sumber : Kilas Iptek / Sciency Daily / MZW.

Iklan