Seorang perempuan berusia 20 tahun warga negara Kanada ketahuan menyembunyikan Bella, kucing peliharaan berusia empat tahun di dalam tas tangan yang ia bawa ke dalam pesawat dari Kanada ke Selandia Baru. Petugas imigrasi baru mengetahui taktik itu saat sudah sampai di bandara Selandia Baru. Perempuan itu tak boleh masuk ke negara tersebut sehingga ia, suami, dan Bella dideportasi ke Kanada dalam penerbangan selanjutnya.

Juru bicara Kementerian Industri Primer Selandia Baru, Craig Hughes, pekan lalu, menyebutkan tindakan itu ceroboh dan berbahaya. Pemerintah Selandia Baru memberlakukan aturan ketat terkait impor binatang peliharaan karena khawatir mereka akan membawa kutu dan penyakit yang tak ada sebelumnya di Selandia Baru. Kucing dan anjing yang boleh masuk hanya mereka yang memiliki microchip di dalam tubuhnya dan itu pun hanya dari negara-negara tertentu.

Mereka juga harus dikarantina minimal 10 hari setelah kedatangan. ” Tampaknya Bella pendiam sehingga tak ketahuan pramugari atau penumpang lain,” kata Hughes yang menduga Bella diberi obat tidur. Pasangan itu ketahuan membawa Bella karena awalnya petugas imigrasi meminta memeriksa sepatu bot mereka yang berlumpur.

Seorang wanita Kanada telah dideportasi setelah mencoba menyelundupkan kucing (foto) menjadi

Seorang wanita Kanada telah dideportasi pihak imigrasi Selandia Baru, setelah mencoba menyelundupkan Bella, kucing peliharaannya yang ikut dalam penerbangan dari Kanada ke Selandia Baru.

Petugas lalu meminta mereka melepaskan tas tangan itu dan memasukkan ke mesin pemindai. Perempuan itu menolak tas diperiksa dengan alasan sudah diperiksa sebelumnya.

Akhirnya ia mengaku membawa kucing di dalam tas, tetapi tetap bersikeras sudah mengatakan akan membawa Bella saat memesan tiket pesawat. Jika pun cerita itu benar, kata Hughes, ia tetap salah karena membawa kucing masuk tanpa dilaporkan.

AP / LUK.

Iklan