Selama ini, penghitungan waktu kematian manusia melalui serangga di fase awal dan akhir pembusukan jasad. ” Teknik tergantung suhu, cuaca, dan lokasi, ” tulis tim peneliti yang dipimpin Nathan Lents dari Jay College, University New York, Amerika Serikat, Kamis ( 11/12 ). Kini, waktu kematian bisa dideteksi lebih akurat dengan nekobioma, mikroba pada pembusukan jasad.

Larva lalat dapat kita temukan pada mayat kira-kira 36-48 jam pasca kematian. Berguna untuk memperkirakan saat kematian dan penyebab kematian karena keracunan. Saat kematian dapat kita perkirakan dengan cara mengukur panjang larva lalat. Penyebab kematian karena racun dapat kita ketahui dengan cara mengidentifikasi racun dalam larva lalat.

Larva lalat dapat kita temukan pada mayat kira-kira 36-48 jam pasca kematian. Berguna untuk memperkirakan saat kematian dan penyebab kematian karena keracunan. Saat kematian dapat kita perkirakan dengan cara mengukur panjang larva lalat. Penyebab kematian karena racun dapat kita ketahui dengan cara mengidentifikasi racun dalam larva lalat. ( bikintau )

Pada studi yang dipublikasikan di jurnal PLos ONE itu, periset mengambil sampel bakteri dari telinga dan hidung mayat di luar ruang saat musim gugur, dibiarkan membusuk. Bakteri diperiksa asam deoksiribonukleat ( DNA ) demi membangun model prediksi waktu kematian sampai 55 hari derajat akumulasi setara dua hari musim panas. Hari derajat akumulasi ialah cara mengukur waktu dan suhu.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience / MZW.

Iklan