Peneliti dari Binghamton University State University of New York, Amerika Serikat, Yang Gao dan Seokheun Choi, menciptakan baterai yang tenaganya dibangkitkan bakteri pada selembar kertas. Baterai kertas atau papertronic itu dapat mengalirkan energi listrik untuk alat elektronik sekali pakai, seperti alat diagonosis di tempat ( point-of-care-diagnostic sensor ). Teknik mereka mengurangi waktu dan biaya pembuatan baterai.

Pada setengah bagian kertas kromatografi, Gao dan Choi menempatkan pita perak nitrat di bawah selapis tipis lilin sebagai katoda. Sebagai anoda, pada setengah bagian lain mereka membuat penampung dari polimer konduktif.

Yang Gao.

Yang Gao.

State University of New York telah menciptakan baterai bakteri bertenaga pada selembar kertas yang bisa elektronika daya pakai. Kredit: Seokheun

State University of New York telah menciptakan baterai bertenaga bakteri pada selembar kertas yang bisa mengalirkan energi listrik. Baterai dengan dorongan tenaga bakteri hasil penelitian Yang Gao dan Seokheun Choi, ini hanya bisa digunakan sekali pakai.  Kredit : Seokheun.

Seokheun Choi.

Seokheun Choi.

Setelah dilipat tepat dan beberapa tetes cairan berisi bakteri ditambahkan, pernapasan seluler bakteri memberi energi pada baterai.” Potensi kendala yaitu posisi lapisan kertas yang salah dan keterpisahan vertikal antar lapisan yang akan mengurangi energi yang dapat dibangkitkan, ” ucap Choi, seperti ditulis di Sciencedaily, Rabu( 21/12 ).

Sumber : Kilas Iptek / Dailyscience / JOG.

Iklan