Riset terbaru dari Harvard TH Chan School of Public Health, Amerika Serikat, menunjukkan, risiko pasien meninggal dalam sebulan setelah dirawat perempuan dokter di rumah sakit lebih rendah 4 persen dibandingkan dengan pasien yang dirawat pria dokter. Bahkan, pasien yang dirawat perempuan dokter berpeluang 5 persen lebih rendah kembali dirawat di RS dibandingkan dengan dirawat pria dokter. Riset itu dilakukan terhadap data 1,5 juta lebih pasien usia minimal 65 tahun pada 2011-2014.

dokter wanita ramah dalam percakapan dengan pasien

Dokter ramah saat melayani keluhan penyakit yang diderita pasien. Komunikasi antara dokter perempuan dan pasien, demi pelayanan memuaskan agar pasien mengerti bagaimana menjaga kesehatan.

Setelah komunikasi terjalin dengan baik, dokter perempuan lalu mengukur tekanan darah pasien dan memberitahukan tekanan darahnya.

Setelah komunikasi terjalin dengan baik, dokter perempuan lalu mengukur tekanan darah pasien dan memberitahukan tekanan darahnya.

Miturut Ashish Jha, Guru Besar Kebijakan Kesehatan Harvard TH Chan School of Public Health, Senin ( 19/12 ), perlu riset lebih lanjut mengungkap penyebabnyanya. Riset serupa yang dipublikasikan di jurnal JAMA Internal Medicine, 19 Desember 2016, mengungkap, dokter perempuan dinilai lebih komunikatif terhadap pasien.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience / ADH.

Iklan