Kalimat panjang bisa membuat pusing, apalagi satu kata yang begitu panjang. Bagi mereka yang tidak bisa berbahasa Jerman, kata yang terpilih sebagai Kata Austria Tahun Ini, tentu juga bikin pusing. Kata ini mungkin juga menjadi kata terpanjang di dunia, berbunyi ” Buncespraesidentenstichwahlwiederholungsvershiebung atau yang bisa diartikan dalam bahasa Indonesia, ” penundaan berulang dari pelaksanaan pemilihan presiden”.

Tounge twister, atau serangkaian kata yang sukar diucapkan secara cepat, ini muncul saat pelaksanaan pemilu presiden di Austria. Terpilihnya kata ini dimumkan setelah jajak pendapat terhadap 10.000 warga yang dilakukan Uni Riset untuk warga Jerman-Austria di Universitas Graz, bekerja sama dengan Biro Pers Austria.

Susah menterjemahkan artinya.

Susah menterjemahkan artinya. Ilustrasi : Handining

Kata ini muncul seiring dengan pelaksanaan pilpres yang sangat panjang. Putaran pertama pilpres berlangsung April, disusul putaran kedua yang diikuti dua kandidat teratas sebualan kemudian. Hasil pilpres kemudian dibatalkan karena ada penyimpangan penghitungan surat suara yang dikirim lewat pos.

Pilpres ditunda pada bulan Oktober, tetapi kembali ditunda sampai 4 Desember karena surat suara rusak. Akhirnya, ekonom Alexander van der Bellen terpilih sebagai presiden.

Iklan