Ancaman resistensi antibiotika meningkat. Sejumlah ilmuwan mencari cara baru mengatasi penyebab berbagai penyakit infeksi. Salah satu cara yang sedang diuji adalah menggunakan bakteri predator sebagai antibiotik hidup. Bakteri predator yang digunakan adalah Bdellovibrio bacteriovorus yang mampu bergerak cepat, menelan bakteri pemicu sakit, hingga tubuhnya bisa mengembang sesuai ukuran bakteri yang dimakan.

Dr Serge Mostowy.

Dr Serge Mostowy.

siklus IFE dari bakteri predator Bdellovibrio bacteriovorus (kuning). Untuk reproduksi itu tergantung

Siklus hidup dari predator bakteri Bdellovibrio bacteriovorus (kuning). Untuk reproduksi itu tergantung pada sel bakteri pemangsa (biru). © Max Planck Institute for Developmental Biology / Rendulic, Berger und Schuster.

Seusai ditelan, bakteri pemicu sakit dimatikan. ” Pendekatan baru ini sangat kreatif karena bakteri penyakit tidak akan bisa mengembangkan resistensi. Teknik ini memang tak biasa, tetapi tak bisa diabaikan, ” kata Serge Mostowy dari Imperial College London, Inggris, kepada BBC, Kamis ( 24/11 ). Uji di laboratoriom, B bacteriorous menurunkan jumlah bakteri Shigella yang memicu diare pada manusia hingga 4.000 kali lipat.

Uji pada ikan zebra Danio rerio, penggunaan bakteri predator meningkatkan daya hidup ikan 2,4 kali lipat dibanding ikan sakit yang tak diberi bakteri predator. Hasil antibiotik hidup itu akan lebih efektif jika bakteri predator bekerja bersama sistem kekebalan tubuh.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / CELL.COM / MZW.

Iklan