Pada otak pasien alzheimer terdeteksi protein beta amiloid. Protein itu membentuk plak lengket hingga mematikan sel saraf dan memori penderitanya hilang. Ilmuwan berusaha menghilangkan plak itu dengan obat, tetapi hasilnya mengecewakan.

Kini, peneliti Institut Teknologi Massachusetts, Amerika Serikat, dipimpin Li Huei Tsai, menemukan metode terapi mamakai kilatan cahaya. Seperti dikutip BBC, Rabu ( 7.12 ), terapi itu berhasil diuji pada tikus dan akan dikembangkan pada manusia. Penelitiannya mengajukan izin pemakaian terapi itu ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS ( FDA ).

Kabar cukup menjanjikan datang dari Massachusetts Institute of Technology, dimana para peneliti mereka berhasil mengurangi gejala alzheimer tanpa menggunakan obat. Mereka menggunakan terapi cahaya ossilasi gamma untuk memerangi gejala-gejala alzheimer yang dialami oleh tikus-tikus laboratorium.

Berita gembira menjanjikan datang dari Massachusetts Institute of Technology, dimana para peneliti mereka berhasil mengurangi gejala alzheimer tanpa menggunakan obat. Mereka menggunakan terapi cahaya ossilasi gamma untuk memerangi gejala-gejala alzheimer yang dialami oleh tikus-tikus laboratorium.

Li Huei

Li Huei Tsai.

” Kita bisa memakai intensitas cahaya amat rendah dan lembut, ” kata Li. Kilatan cahaya itu merekrut mikroglia, sel kekebalan yang memakan dan membersihkan patogen berbahaya, termasuk beta amiloid, sehingga alzheimer bisa dihentikan.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.

Iklan