Dibanding kelompok Crustacea atau udang-udangan lain, kekuatan capit kepiting ( Birgus latro ) yang terbesar. Di sejumlah wilayah Indonesia, jenis ini disebut juga ketam atau kepiting kenari. Kekuatannya di bawah buaya. Capit itu untuk bertarung dan memecahkan tempurung kelapa.

Studi sejumlah peneliti dari Yayasan Churashima, Jepang, yang mengamati kepiting kelapa liar di Pulau Okinawa, kekuatan jepitan capit kepiting itu 3.000 newtons atau setara 306 kilograms force ( kgf ). ” Capit perkasa kepiting kelapa ini senjata penting untuk melawan predator dan berkompetisi dengan kepiting lain, ” kata peneliti yayasan, seperti dikutip BBC, Kamis ( 24/11 ).

Kepiting kelapa (Birgus latro) dengan makanan utama kelapa. Orang Inggris menyebutnya robber crab karena menganggap kepiting itu mencuri kelapa untuk makanannya. Foto : wikimedia

Kepiting kelapa ( Birgus latro ) sedang menyantap buah kelapa. Orang Inggris menyebutnya robber crab karena menganggap kepiting itu mencuri kelapa untuk makanannya. Foto : wikimedia

Kepiting kenari (Birgus latro) atau kepiting kelapa merupakan kepiting langka yang dilindungi. Foto : mirror.co.uk

Kepiting kenari ( Birgus latro ) atau kepiting kelapa merupakan kepiting langka yang dilindungi. Keberadaannya semakin langka mendekati punah. Foto : mirror.co.uk

Kepiting kelapa (Birgus latro) yang makin langka karena perburuan. Foto : wikimedia

Kepiting kelapa (Birgus latro) yang makin langka karena perburuan. Kepiting kenari (Birgus latro) atau juga sering disebut kepiting kelapa adalah artropoda darat terbesar di dunia. Meskipun disebut kepiting, hewan ini bukanlah kepiting. Foto : wikimedia.

Ukurannya yang besar membuat Charles Darwin yang mengamati di Pulau Kokos, barat laut Australia, menyebutnya monste. Binatang ini mampu mengangkat beban hingga 28 kilogram, setara berat anak-anak. Jenis ini terancam punah.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW /www.mongabay.co.id

Iklan