Tim peneliti Institut Teknologi Massachusetts ( MIT ), Amerika Serikat, mengubah tanaman bayam biasa jadi alat pendeteksi bom setelah memasang tabung tipis pada daun-daun bayam yang mampu mengenali bahan kimia nitro aromatik. Bahan kimia itu ditemukan pada ranjau darat dan mesiu yang dipendam. Dari alat itu, informasi waktu seketika dapat diteruskan ke alat genggam.

Peneliti memublikasikannya di jurnal Nature Materials. Mereka menanamkan partikel berukuran nano dan silinder karbon tipis ( nanotubes ) ke dalam daun bayam. Butuh 10 menit bagi bayam untuk menyerap air ke dalam daun. Untuk membaca sinyal, peneliti menyorotkan sinar laser ke daun, merangsang nanotubes mengemisi sinar near-infared fluorescent.

Bayam Ternyata Bisa Jadi Alat Deteksi Bom. [Foto: news.mit.edu]

Tanaman Bayam ternyata bisa jadi alat deteksi bom. [Foto: news.mit.edu]

Michael Nano

Prof Michael Strano.

Sinar itu bisa dideteksi kamera inframerah kecil yang terhubung ke komputer Raspberry Pi berukuran kecil dan murah atau cukup menggunakan ponsel pintar setelah melepas penyaring inframerahnya. ” Tanaman ini tidak hanya untuk pertahanan dan keamanan, tetapi juga memantau ruang publik agar aman dari aktivitas terorisme, ” kata salah satu penulis studi, Prof Michael Strano, seperti diberitakan BBC, Senin ( 31/10 ).

Sumber : Kilas Iptek / BBC / JOG.

Iklan