Keajaiban dunia satwa kembali terkuak. Para peneliti Universitas Oxford, Inggris, menemukan bahwa laba-laba mengendalikan ketegangan dan kekakuan jaringnya agar vibrasi jaring pas dengan frekuensi tertentu. Vibrasi pas membuat laba-laba menerima informasi optimal, mirip seseorang yang menyetel ketegangan senar gitar agar nada pas.

Laba-laba membaca getaran demi informasi mangsa yang terjebak di jaring antara lain terkait lokasi dan fisik. ” Getaran juga penting untuk perkawinan. Banyak pejantan menimbulkan pola musik sangat khas sehingga betina mengetahui, tidak hanya soal pengirim pola itu adalah jantan, tetapi juga memastikan spesies pejantan yang sama dan apakah betina ingin kawin dengannya, ” kata salah satu peneliti, Beth Mortimer, diwartakan Reuters, Kamis ( 20/10 ).

Dr. Beth Mortimer from the Zoology Department at the University of Oxford looks at golden orb weaver spider on its web, in Oxford, Britain September 30, 2016. Picture taken September 30, 2016.  REUTERS/Matthew Stock Dr Beth Mortimer dari Departemen Zoologi di Universitas Oxford melihat emas bola penenun laba-laba di web nya, di Oxford, Inggris pada tanggal 30 September 2016. Gambar diambil pada tanggal 30 September 2016. REUTERS / Matthew Stock

Dr Beth Mortimer dari Departemen Zoologi di Universitas Oxford melihat jaring laba-laba yang sedang dirambati  laba-laba penenun di tempat penelitian, di Oxford, Inggris, 30 September 2016. Gambar diambil pada tanggal 30 September 2016. REUTERS / Matthew Stock

Riset ini bagian dari kolaborasi dengan Universidad Carlos III de Madrid, Spanyo. Peneliti menggunakan laba-laba penenun ( Araneus diadematus ) dan memanfaatkan laser untuk mengukur vibrasi pada jaring sehingga mampu mendeteksi perubahan ketegangan dan kekakuan jaring.

Sumber : Kilas Iptek /Reuters / JOG.

Iklan