Ada-ada saja perilaku konsumen. Biasanya sebuah restoran, kafe, atau pub menyediakan toilet atau kamar kecil untuk keperluan konsumen yang berkunjung atau berbelanja produk yang mereka jual. Namun, seorang pengunjung di sebuah pub, Rufus T Firefly, di Glasgow, Skotlandia, punya kebiasaan unik.

Laman UPI melaporkan, pengunjung itu selalu datang ke pub tersebut dan menggunakan toilet di dalam pub, lalu keluar pub tanpa pernah membeli apa pun yang dijual pub tersebut. Kebiasaannya masuk toilet tanpa membeli dari pub itu pun diamati atau menjadi perhatian pemilik pub, yang lama-lama jengkel juga dengan kelakukan si pengunjung pubnya yang hanya menumpang ke toilet. Si pemilik pub, Will Jamieson, tak kurang akal.

Papan pengumuman ditulis oleh staf di pub Rufus T Firefly (foto)

Papan pengumuman ditulis oleh staf di pub Rufus T Firefly (foto)

Ia meminta anak buahnya untuk memasang sebuah papan tulis dan meletakkannya di pintu masuk depan pub. Mereka kemudian menuliskan sebuah kalimat dengan menggunakan kapur tulis yang isinya sindiran untuk pengunjung itu. Dituliskan di papan itu sapaan untuk si pengunjung dan memberikan deskripsi tentang seorang tamu yang selalu datang dan hanya masuk toilet.

Biasanya, setelah si tamu keluar dari toilet, dia akan berpura-pura menelepon di pinggir jalan depan pub untuk menghindari kontak mata dari siapa pun, entah pemilik pub atau pegawai pub. Setelah pura-pura menelepon, si tamu pun kabur setelah berhasil menumpang ke toilet. Foto papan tulis berisi sindiran kepada pengunjung pub itu pun menjadi viral di sebuah grup Facebook dan menuai kritik beberapa pengguna Facebook.

Setelah urusan numpang ke toilet selesai, pria misterius itu lalu keluar pub dan berpura-pura menelepon.

Setelah urusan numpang ke toilet selesai, pria misterius itu lalu keluar pub dan berpura-pura menelepon lalu kabur tanpa permisi kepada Will Jamieson, pemilik pub Rufus T Firefly di Glasgow.

Namun, miturut Jamieson, kalimat di papan tulis itu hanya sekedar guyonan bagi pengunjung yang memiliki etiket buruk. ” Tidak ada isu apa pun. Kalau ada seseorang yang perlu menggunakan toilet, saya juga tidak bisa menghentikannya, ” katanya.

” Jadi kami pikir, kami tulis saja di papan tulis dan dia akan melihat pengumuman itu. Kalimat yang kami tulis pun tidak memuat identitas seseorang. Itu cuma guyonan dan kami tidak pernah mengatakan bahwa pengunjung tak boleh ke toilet, ” kata Jamieson.

UPI /LOK.

Iklan