Observasi terhadap 3,5 juta veteran perang Amerika Serikat yang mengalami sembelit atau memakai obat pencahar selama tujuh tahun menunjukkan, mereka berisiko tinggi menderita penyakit gagal kronis ( menahun ) atau gagal ginjal dibandingkan yang tidak sembelit. Sembelit dialami sekitar 30 persen populasi dunia, umumnya orang tua dan perempuan. Csaba Pal Kovesdy, Ketua Bagian Nefrologi Pusat Kesehatan Veteran Memphis, AS, Kamis ( 10/11 ), mengatakan tak terkejut dengan hasil itu.

Studi sebelumnya menunjukkan, sembelit rentan memicu gangguan kardiovaskular. Namun, belum diketahui mekanisme sembelit memicu gangguan ginjal dan kardiovaskular.

Meski belum mengetahui secara pasti bagaimana sembelit dan sakit ginjal saling berhubungan, tim peneliti menilai perubahan bakteri dalam usus yang menyebabkan sembelit juga menyebabkan beberapa makanan melewati sistem pencernaan lebih lambat dari seharusnya. Perlambatan ini dapat berujung pada inflamasi kronis yang pada akhirnya dapat menyebabkan sakit ginjal.

Meski belum mengetahui secara pasti bagaimana sembelit dan sakit ginjal saling berhubungan, tim peneliti menilai perubahan bakteri dalam usus yang menyebabkan sembelit juga menyebabkan beberapa makanan melewati sistem pencernaan lebih lambat dari seharusnya. Perlambatan ini dapat berujung pada inflamasi kronis yang pada akhirnya dapat menyebabkan sakit ginjal.

Diduga, perubahan bakteri di usus membuat makanan yang melalui sistem pencernaan berproses lebih lambat sehingga memicu peradangan kronis dan akhirnya gagal ginjal. Riset lanjutan diperlukan untuk mengetahui apakah mengobati sembelit menekan risiko penyakit ginjal.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience /MZW.

Iklan