Untuk memenuhi kebutuhan air bagi antariksawan di luar angkasa, pengiriman air dari Bumi amat mahal dan tak efisien. Jadi, sejak 2009, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat ( NASA ) memakai urine processor assembly ( UPA ) yang bisa mengolah urine antariksawan di Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS ) jadi air layak minum. Sistem UPA bis mengambil 75 persen air di urine.

Pekerjaan Jennifer Pruitt adalah salah satu yang paling menarik di NASA, dan mungkin juga di seluruh urusan angkasa luar. Pruitt adalah insinyur utama di bagian pemrosesan air seni. "Jabatan ini adalah salah satu hal yang saya sukai terkait pekerjaan ini," katanya dengan bangga. "Tidak banyak orang di dunia yang mengerjakan teknologi ini."

Pekerjaan Jennifer Pruitt adalah salah satu yang paling menarik di NASA, dan mungkin juga di seluruh urusan angkasa luar. Pruitt seorang  insinyur utama di bagian pemrosesan air seni. ” Tidak banyak orang di dunia yang mau mengerjakan teknologi ini, tapi saya suka dengan pekerjaan ini, ” katanya dengan bangga di Marshall Space Flight Center di Huntsville, Alabama, Amerika Serikat. Ia mengurus sistem pemanfaatan air pada Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS). Dia bermaksud membuat cara paling efisien untuk mendapatkan air minum dari urine para astronot.

Kehidupan para astronot di luar angkasa memang selalu jadi hal menarik untuk dibahas.

Kehidupan para astronot di luar angkasa memang selalu jadi hal menarik untuk dibahas. Untuk memenuhi kebutuhan air minum para astronot di stasiun luar angkasa, ISS NASA memasang alat penyaring air berbasis yodium. Alat ini yang bisa mengubah air seni menjadi air minum.

Kini, peneliti Pusat Antariksa Johnson NASA mengenalkan sistem alternate urine pretreatment ( AUP ). Sistem daur ulang itu melarutkan beberapa mililiter senyawa kimia AUP pada urine saat akan digelontorkan dari jamban sehingga 90 persen air urine bisa jadi air minum. ” Ini langkah maju mengatasi daur ulang air dan mendukung kehidupan luar angkasa, ” kata Dean Muirhead, perekayasa Barrios Technology yang bersama NASA menciptakan sistem AUP itu, Rabu ( 16/11 ).

Sumber : Kilas Iptek / Space / MZW.

Iklan