Bayi yang lahir dari ibu yang kena alergi saat hamil berisiko tinggi mengalami attntion-deficit hyperactivity disorder ( ADHD ) dan autisma. Studi yand dipimpin Kathryn Lenz dari Universitas Negeri Ohio, AS, menunjukkan otak janin dari bayi tikus dari ibu yang kena alergi mengalami perubahan struktur akibat paparan alergen saat di kandungan induknya. ” Paparan alergen saat hamil memicu perubahan perkembangan dan fungsi otak yang mengganggu saraf, ” ujarnya, Rabu ( 16/11 ).

STUDI Universitas Ohio, yang dipublikasikan dalam pertemuan tahunan Neuroscience 2016 di San Diego, menyebutkan alergi yang terjadi pada ibu sedang mengandung berhubungan dengan anak pengidap autisme atau hiperaktif. Pemimpin penelitian, Asisten Profesor Psikologi Kathryn Lenz, menyebutkan percobaan dilakukan pada tikus-tikus betina yang dibuat hamil selama 15 hari lalu dipicu alerginya. - See more at: http://mediaindonesia.com/news/read/77986/alergi-saat-hamil-lahirkan-bayi-autisme/2016-11-18#sthash.hTG5szzU.dpuf

Studi  Universitas Ohio, yang dipublikasikan dalam pertemuan tahunan Neuroscience 2016 di San Diego, menyebutkan alergi yang terjadi pada ibu sedang mengandung berhubungan dengan anak pengidap autisme atau hiperaktif. Pemimpin penelitian, Asisten Profesor Psikologi Kathryn Lenz, menyebutkan percobaan dilakukan pada tikus-tikus betina yang dibuat hamil selama 15 hari lalu dipicu alerginya.

Sebelum lahir, tikus yang terpapar alergen punya jumlah sel mast lebih banyak dibandingkan yang tak kena alergen, tetapi jumlah mikroglianya lebih sedikit. Sel mast dan mikroglia ialah sel kekebalan tubuh.

Jika bertahan hidup hingga dewasa, tikus yang kena alergen berperilaku hiperaktif, antisosial, dan kecemasan berkurang. Meski alergi terkait ADHD dan autisma, dampak secara sel belum diketahui.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / MZW.

Iklan