Tumpahan minyak di perairan bisa diatasi dengan kulit duren. Itu dibuktikan tim peneliti dari Marine Region V Shipping Pertamina Bali bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Miturut anggota tim periset kulit duren ( kuldur ), Iwan Dwi Aprianto, di Jakarta, Kamis ( 17/11 ) kuldur yang dipakai ialah bagian luar berduri.

Durian merupakan salah satu buah tropis yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selama ini, kulit durian hanya dibuang dan menjadi limbah. Padahal kulit durian memiliki manfaat yang sangat penting untuk mengatasi pencemaran minyak di perairan.

Durian merupakan salah satu buah tropis yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selama ini, setelah buah durian dimakan, kulit durian hanya dibuang dan menjadi limbah. Padahal kulit durian memiliki manfaat yang sangat penting untuk mengatasi pencemaran minyak di perairan.

Buah durian yang ranum,kuning membuat orang segera memakannya. Namun, setelah itu habis manis sepah dibuang. Artinya, buah durian dimakan, kulitnya dicampakkan ke tong sampah. Padahal Kandungan zat pectin dalam kulit durian mencapai 2, 56 persen. Zat pectin sebenarnya tidak hanya ada dalam kulit buah durian. Sejumlah buah lainnya juga mengandung zat pectin seperti kulit buah pisang dan juga kulit buah mangga.

Buah durian yang ranum, kuning membuat orang segera memakannya. Namun, setelah itu habis manis sepah dibuang. Artinya, buah durian dimakan, kulitnya dicampakkan ke tong sampah. Padahal kulit durian  mengandung zat pectin mencapai 2, 56 persen, berguna untuk menyerap dan mengikat minyak. Zat pectin sebenarnya tidak hanya ada dalam kulit buah durian. Sejumlah buah lainnya juga mengandung zat pectin seperti kulit buah pisang dan juga kulit buah mangga.

Daya serap kulit duren tinggi karena mengandung pektin dan selulosa. Pektin mengumpulkan minyak, dan selulosa, mencakup 60 persen bobot kulit duren, untuk menyerap dan mengikatnya.

Kulit duren dikeringkan, diblender, dan dicetak membentuk papan segi empat. Uji coba papan kuldur untuk menangani tumpahan minyak dilakukan di Karangasem, Bali, dan terbukti menghemat biaya 71,7 persen dibanding cara konvensional.

Sumber : Kilas Iptek / */YUN.

Iklan