Seorang anak memegang masker di toko masker untuk mengantisipasi polusi udara di New Delhi, India, Jumat ( 4 Nopember ). Laporan Badan PBB untuk Anak-anak ( Unicef ) terbaru menyatakan, sekitar 300 juta anak atau 1 dari 7 anak di dunia menghirup udara beracun karena tinggal di daerah dengan tingkat polusi luar ruang tinggi sehingga terkena masalah kesahatan paru, otak, dan organ lain.

Mengingat tingginya mobilitas masyarakat India, maka penjualan masker pun meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir agar masyarakat bisa tetap keluar rumah. Read more: http://doktersehat.com/udara-di-india-semakin-parah-warga-pun-berburu-masker-hingga-habis/#ixzz4Qb126DjK

Mengingat tingginya mobilitas masyarakat India, maka penjualan masker pun meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir agar masyarakat bisa tetap keluar rumah. Anak sekolah pun terpaksa menggunakan masker penutup hidung saat sedang naik angkutan kota pergi ke sekolah.

Tingginya polusi udara kotor, membuat toko masker New Delhi kehabisan stok. Tak ada masker, handuk kecil pun bisa dipakai untuk menutup hidung saat beraktifitas di jalanan New Delhi.

Tingginya polusi udara kotor, membuat toko masker New Delhi kehabisan stok. Tak ada masker, handuk kecil pun bisa dipakai untuk menutup hidung saat beraktifitas di jalanan New Delhi.

Mayoritas 220 juta anak di antaranya di Asia Selatan. Polusi udara di New Delhi termasuk yang terburuk. Data dari badan kesehatan dunia WHO menyebutkan jika kondisi udara yang ada di New Delhi sudah sangat parah dalam 10 hari terakhir.

Kadar polutan di kota ini bahkan sudah mencapai 800 mikrogram per meter kubuk, atau setara dengan 30 kali lipat dari standar polutan udara yang aman untuk dihirup yang hanya 25 mikrogram per meter kubiknya. Karena dianggap sudah sangat berbahaya, sebagian besar masyarakat di Delhi bahkan diminta untuk tidak bepergian ke luar rumah dan sebagian sekolah diliburkan. Andai mereka ingin keluar, mereka harus membawa masker dan juga peralatan penjernih udara.

Sumber : Kilas Iptek /Kompas / AP Photo : Altaf Qadri.