Hasil uji kontrasepsi suntik bagi pria terhadap 270 responden pria berusia 18-45 tahun menjanjikan. Studi dipublikasikan di Journal of Clinical Endoerinology and Metabolism. Kontrasepsi suntik pria itu 96 persen efektif mencegah kehamilan.

Selama uji, responden disuntik hormonal ( progesteron  dan testosteron ) dua kali tiap delapan minggu dan dipantau kondisi spermanya enam bulan. Suntikan itu menurunkan jumlah sel sperma dari 15 juta jadi kurang dari 1 juta sel sperma per milimeter sperma. Ketika pemberian suntikan hormonal dihentikan, jumlah sel sperma kembali normal dalam setahun.

Suntikan kontrasepsi untuk pria telah terbukti hampir 100 persen efektif, dan juga dapat meningkatkan libido. Tusukan berbasis hormon ini dirancang untuk menurunkan jumlah sperma dengan bertindak pada kelenjar hipofisis otak.

Suntikan kontrasepsi untuk pria telah terbukti hampir 100 persen efektif, dan juga dapat meningkatkan libido. Tusukan berbasis hormon ini dirancang untuk menurunkan jumlah sperma dengan bertindak pada kelenjar hipofisis otak.

Kontrasepsi laki-laki disuntikkan telah terbukti hampir 100 persen efektif dalam percobaan yang melibatkan 320 pria.

Kontrasepsi laki-laki disuntikkan pada lengantelah terbukti hampir 100 persen efektif dalam percobaan mencegah menguatnya sperma laki-laki. Uji coba melibatkan 270 pria.

” Riset ini memungkinkan adanya kontrasepsi hormonal bagi pria guna mengurangi risiko kehamilan tak diinginkan, ” kata Mario Festin dari Organisasi Kesehatan Dunia di Geneva, Swiss, seperti dikutip BBC, Jumat ( 28/10 ). Efek samping kontrasepsi mulai jerawat, nyeri otot, depresi, hingga gangguan suasana hati.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.