Bisa ( racun ) ular biru karang yang mematikan berpotensi dijadikan obat penyembuh rasa nyeri. Penelitian terbaru itu dimuat di jurnal Toxin, seperti diwartakan BBC, Senin ( 31/10 ). Ular berjuluk, ” pembunuh para pembunuh” itu sangat berbahaya di antaranya karena reputasinya memangsa ular ganas lain, seperti king kobra. Bisa dari ular yang panjangnya bisa mencapai 2 meter itu bekerja cepat.

Satu dari ular langka yang mematikan di Asia Selatan ini ternyata dapat menyebabkan mangsanya kejang. Namun demikian, menurut sebuah penelitian, bisa dari ular tersebut dapat dikembangkan menjadi obat penghilang rasa sakit. Obat tersebut dapat membantu mengelola rasa sakit tanpa efek samping,

Satu dari ular langka yang mematikan di Asia Selatan ini ternyata dapat menyebabkan mangsanya kejang. Menurut sebuah penelitian, bisa dari ular tersebut dapat dikembangkan menjadi obat penghilang rasa sakit.
Obat tersebut dapat membantu mengelola rasa sakit tanpa efek samping,

Sebagian besar bisa ular bekerja lambat layaknya obat penenang. Namun, bisa ular ” asli ” Asia Tenggara itu kerjanya tergolong sangat cepat. Bisa ular berpotensi lebih efektif bila dikembangkan dibanding racun kalajengking dan siput kerucut.

Target bisa ular adalah saluran sodium, yang adalah pusat transmisi nyeri. ” Kita bisa ubah itu jadi sesuatu yang potensial menyembuhkan nyeri, ” kata peneliti dari Universitas Queensland, Australia, Bryan Fry.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / GSA.