Era kendaraan tanpa sopir bisa jadi sudah separuh jalan. Perusahaan rintisan Otto milik Uber mencatat rekor mengirim sekitar 50.000 kaleng bir menggunakan truk semirobot, menempuh 200 kilometer di jalan raya Colorado, AS, tanpa campur tangan berarti sopir. Sang sopir duduk di belakang kompartemen kemudi selama perjalanan itu.

Dengan bantuan komputer, era mobil mengangkut barang tanpa sopir sudah separuh jalan. Truk semirobot ini berjalan sendiri dipandu sensor khusus terhubung dengan komputer, memilih rute, kecepatan laju truk, dan arah tujuan.

Dengan bantuan komputer, era mobil mengangkut barang tanpa sopir sudah terbukti. Truk semirobot ini berjalan sendiri dipandu sensor khusus terhubung dengan komputer, memilih rute, kecepatan laju truk, dan arah tujuan.

Co-pendiri Otto, Anthony Levandowski, kiri, dan Lior Ron, adalah veteran dari upaya mobil dan pemetaan Google sebelum mereka mulai Otto pada bulan Januari.

Pendiri Otto, Anthony Levandowski ( kiri ) dan Lior Ron ( kanan ) berdiri di depan truk tanpa sopir saat hendak memulai uji coba perdana dengan menempuh jarak perjalanan 200 kilometer, Januari 2016.

Truk tanpa sopir melaju di jalan bebas hambatan, bergerak dipandu sopir duduk memegang komputer di belakang kompartemen kemudi selama perjalanan.

Truk tanpa sopir melaju di jalan bebas hambatan, bergerak dipandu sopir duduk memegang komputer di belakang kompartemen kemudi selama perjalanan.

Perannya memastikan proses pemuatan baik-baik saja dan aman. ” Saya pikir, peran penting komputer dalam 10 tahun ke depan adalah menjalankan truk dan mobil, ” kata Anthony Levandowski, pendiri Otto, pada perayaan perjalanan perdana itu dikutip dari Livescience, Kamis ( 17/10 ).

Truk bergerak dipandu sensor khusus rute, kecepatan, dan arah. Dari tayangan resmi, truk tampak berjalan di antara mobil lain di jalan raya.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience / GSA.