Studi badan penegakan hukum Uni Eropa, Europol, menilai mekanisme yang memicu seseorang jadi pencandu obat dan alkohol sama dengan proses yang menjadikan individu peretas ( hacker ). Rasa senang yang muncul ketika mamu meretas situs tertentu akan mendorong mereka meningkatkan intensitas peretasan. Terlebih lagi, mereka yang mampu meretas situs dengan keamanan tinggi makin dihargai di kalangan peretas.

Seorang bocah lelaki ini belajar hack saat berusia 14 tahun. Ia mempelajari cara penggunaan html. Mungkin cara hack web dengan memanfaatkan XSS sudah banyak dibicarakan tetapi masih banyak para web master yang meremehkan hal ini karena dianggap XSS tidak membahayakan..!!! Untuk dapat melakukan aktifitas hacking seperti ini tidak perlu mempunyai keahlian atau keterampilan khusus tetapi hanya mengerti dasar dari HTML saja sudah cukup..

Seorang bocah lelaki ini belajar hack saat berusia 14 tahun. Ia mempelajari cara penggunaan html dengan memanfaatkan XSS. Untuk dapat melakukan aktifitas hacking seperti ini tidak perlu mempunyai keahlian atau keterampilan khusus tetapi hanya mengerti dasar dari HTML saja sudah cukup.

” Hormon dopamin akan dikeluarkan saat seseorang sukses di dunia maya. Jadi kesuksesan itu dikaitkan dengan perilaku anti sosial, seperti meretas, itu akan mendorong mereka terus mengejar hasil yang diinginkan, ” tulis Europol, seperti dikutip BBC, Senin ( 24/10 ).

Kecanduan itulah yang menjelaskan mengapa peretasan sulit dikendalikan. Namun, meretas tak dikenali secara klinis sebagai adiksi.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.