Atmosfer di kutub utara planet Saturnus memiliki pola berbentuk segi enam atau heksagonal biru. Namun, pola heksagonal itu kini berubah warna jadi emas. Berdasarkan simulasi komputer, astronom menilai pola heksagonal itu terbentuk akibat perputaran awan dipicu perbedaan kecepatan angin Saturnus yang sangat besar.

Citra wahana antariksa milik NASA, Cassini yang sudah mengamati planet itu sejak 2004 menunjukkan, pada November 2012, pola heksagonal itu berwarna biru. Namun, pada September 2016, seperti dikutip BBC, Rabu ( 26/10 ), warnanya berubah jadi emas. Perubahan itu diduga dipicu perubahan musim di Saturnus.

Heksagon di kutub utara Saturnus berwarna keemasan pada September 2016. (Sumber NASA)

Heksagon di kutub utara Saturnus berwarna keemasan pada September 2016. ( Foto :  NASA)

Cassini, pesawat angkasa luar tanpa awak yang dikirim ke Saturnus (Foto: NASA).

Cassini, pesawat angkasa luar tanpa awak yang dikirim ke Saturnus tengah mengamati planet Saturnus sejak 2004. (Foto: NASA).

Saat ini, belahan utara Saturnus sedang musim panas. Kondisi itu membuat paparan sinar Matahari di kutub utara Saturnus bertambah sehingga meningkatkan jumlah aerosol di atmosfernya. Kondisi itu diperkirakan berlangsung hingga Mei 2017.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.

Iklan