Kadar karbon dioksida di atmosfer mencapai rekor tertinggi pada 2015, 400 bagian per sejuta (ppm). Jadi, ada 400 molekul karbon dioksida per 1 juta melekul di atmosfer. Sebelum tahun 1800, kadar karbon dioksida atmosfer 280 per ppm.

Konsentrasi karbondioksida di atmosfer pada 2013 meningkat nyaris 3 ppm dari tahun sebelumnya. Dengan konsentrasi CO2 yang terus bertambah, suhu bumi akan terus meningkat dan terjadi perubahan iklim yang cukup ekstrem. Bahkan WMO pernah melaporkan terjadinya pengasaman laut yang disebabkan laut menyerap CO2. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya selama 300 juta tahun terakhir.

Konsentrasi karbondioksida di atmosfer pada 2013 meningkat nyaris 3 ppm dari tahun sebelumnya. Dengan konsentrasi CO2 yang terus bertambah, suhu bumi akan terus meningkat dan terjadi perubahan iklim yang cukup ekstrem. Bahkan WMO pernah melaporkan terjadinya pengasaman laut yang disebabkan laut menyerap CO2. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya selama 300 juta tahun terakhir.

Rekor 400 ppm dicapai 3-5 juta tahun lalu. Organisasi Meteorologi Dunia ( WMO ) menilai, hal itu dipicu El Nino karena emisi karbon dioksida 2014-2015 sama.

Selama El Nino, kekeringan di area tropis membuat karbon dioksida kurang diserap tanaman dan memicu kebakaran lahan.” Tahun 2015 menjadi babak baru mengatasi perubahan iklim dengan perjanjian Paris, ” kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas, Senin ( 24/10 ).

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.