Hati-hati bagi Anda yang suka mengunggah swafoto atau melihat swafoto orang lain. Riset Ruoxo Wang dan Fan Yang dari Universitas Negeri Pennsylvania, Amerika Serikat, dipublikasikan di Journal of Telematics and Informatics, menunjukkan, perilaku melihat swafoto diri sendiri atau orang lain di media sosial menurunkan kepercayaan diri dan kepuasan hidup.

Swafoto atau selfie sudah menjadi hal umum yang dilakukan sebagian besar orang saat ini. Apalagi dengan semakin banyaknya media sosial yang ada, semakin mudah pula seseorang mengunggah foto selfie untuk berekspresi.

Swafoto atau selfie sudah menjadi hal umum yang dilakukan sebagian besar orang saat ini. Apalagi dengan semakin banyaknya media sosial yang ada, semakin mudah pula seseorang mengunggah foto selfie untuk berekspresi.

Dalam studi yang dipublikasikan di Psychology of Well-Being tersebut, para peneliti menemukan bahwa mengambil gambar dan memosting foto tertentu setiap hari dapat memberikan efek positif, terutama pada mahasiswa. Peserta dalam kelompok selfie dilaporkan menjadi lebih percaya diri dan nyaman dengan ketika melihat foto mereka tersenyum dari waktu ke waktu.

Dalam studi yang dipublikasikan di Psychology of Well-Being, para peneliti menemukan bahwa mengambil gambar dan memosting foto tertentu setiap hari dapat memberikan efek positif, terutama pada mahasiswa. Peserta dalam kelompok selfie dilaporkan menjadi lebih percaya diri dan nyaman dengan ketika melihat foto mereka tersenyum dari waktu ke waktu. ( Dreamer id ).

Miturut Wang, Rabu ( 19/10 ), biasanya orang mengunggah foto untuk kepuasan hidup dan merasa lebih populer. ” Orang yang melihat foto itu merasa hidupnya tak sebahagia mereka yang mengunggah foto, ” ujarnya.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / MZW.